Masa Muda dan Panggilan
Santo Yohanes Paulus II lahir dengan nama Karol Jozef Wojtyla pada 18
Mei 1920 di Wadowice, sebuah kota kecil di Polandia. Masa mudanya
ditandai dengan berbagai ujian berat; ibunya meninggal dunia saat ia
berusia 9 tahun, disusul oleh kepergian kakak laki-lakinya, dan
kemudian ayahnya saat ia berusia 21 tahun.
Di tengah kecamuk Perang Dunia II, saat kampusnya ditutup oleh pasukan
pendudukan, Karol muda merasakan panggilan Tuhan yang kuat. Ia
kemudian masuk ke seminari rahasia di Krakow. Ia menyelesaikan
pendidikan teologinya pasca-perang dan ditahbiskan menjadi seorang
imam Katolik pada 1 November 1946.
Perjalanan Karya Penggembalaan
Setelah ditahbiskan, Karol Wojtyla memulai karya penggembalaannya di
berbagai paroki di Polandia. Ia dikenal sebagai imam yang sangat dekat
dengan umatnya, sering mengunjungi mereka di rumah sakit, pabrik, dan
bahkan pegunungan.
Kecerdasan, karisma, dan keteladanannya membuat Wojtyla mendapat tanggung
jawab yang semakin besar di dalam Gereja.
1958: Diangkat menjadi Uskup Bantu Krakow oleh Paus Pius
XII.
1964: Ditunjuk menjadi Uskup Agung Krakow.
1967: Diangkat menjadi Kardinal oleh Paus Paulus VI.
Pada konklaf bersejarah tanggal 16 Oktober 1978, Kardinal Wojtyla terpilih
menjadi Paus pada usia 58 tahun. Ia memilih nama Yohanes Paulus II dan
mencetak sejarah sebagai Paus non-Italia pertama sejak 455 tahun terakhir
(sejak Paus Adrianus VI).
Kepausan dan Pengaruh Dunia
Selama lebih dari 26 tahun masa kepemimpinannya, Paus Yohanes Paulus II
dikenal sebagai tokoh yang sangat vokal dalam membela Hak Asasi Manusia
dan perdamaian global.
Ia memegang rekor sebagai Paus yang paling banyak melakukan perjalanan,
mengunjungi 129 negara, termasuk kunjungannya ke Indonesia pada tahun 1989
ke Jakarta, Yogyakarta, Medan, dan Dili.
Ia juga dikenal sebagai pelopor dialog antar-agama dan pemaaf yang luar
biasa, terbukti ketika ia memaafkan secara langsung orang yang mencoba
membunuhnya pada tahun 1981.
Wafat dan Kanonisasi
Paus Yohanes Paulus II wafat pada 2 April 2005. Pada saat pemakamannya,
jutaan peziarah memadati Vatikan dan menyerukan "Santo Subito!" (Jadikan
Santo Segera).
Menanggapi seruan umat, proses kanonisasinya dipercepat. Ia dibeatifikasi
pada 1 Mei 2011 oleh Paus Benediktus XVI, dan secara resmi dikanonisasi
menjadi Santo pada 27 April 2014 oleh Paus Fransiskus.
Gereja Katolik merayakan Pesta Nama Santo Yohanes Paulus II setiap tanggal
22 Oktober.